Senin, 07 Mei 2012


Say NO to Baby Sitter 



Seminggu yang lalu saya mengikuti mata kuliah sosiologi, aura waktu masuk kelas awalnya ga enak, tenaga udah berkurang gara-gara sebelumnya kuliah statistika yang berarti membutuhkan energi yang banyak.
so.... selama kuliah kebnyakan bertopang dagu, sesekali nyatet slidenya, lumayan buat ngilangin ngantuk. 

Jadi pada topik itu, ada 6 agen sosialisasi, yaitu: keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan sosial, media massa dan teknologi, lingkungan kerja, serta agama dan pemerintahan.
tapi tiba-tiba si ibu mengumamkan suatu pertanyaan yang mungkin membuat kelas menjadi sedikit hidup. 
entah ibunya mengikuti jalan yang mana sampai menanyakan, siapakah diantara kalian yang ingin membesarkan anaknya dengan bantuan baby sitter ?
beberapa orang mengacung tangannya, dan sebagian besar mengacung saat ditanyakan yang ingin memebesarkan anaknya sendiri tanpa bantuan baby sitter.
saya termasuk yang mengacung untuk pilihan ke2.
saat si ibu menanyakan alasan kenapa ingin membesarkan anak dengan bantuan baby sitter, teman saya menjawab karena dia ingin menjadi wanita karir, dan yang lain menjawab "saya aja dibesarkan dengan baby sitter, apalagi anak saya nanti...".
saat pernyataan kedua ditanya alasan kenapa ingin membesarkan anak sendiri, salah satu teman saya menjawab "ada saudara dan keluarga yang bisa menjadi tempat untuk bertanya atau meminta bantuan".
percaya ga percaya... saya menjawab di dalam hati "saya ga mau kalau anak saya lebih mencintai orang lain daripada saya".... hihihi....

Alasan yang mungkin ga masuk akal oleh sebagian orang, karena ga mungkin anak tidak mencintai orang tuanya.
saya berkaca pada diri saya sendiri, mama tidak pernah mempekerjakan baby sitter untuk merawat saya, mama selalu telaten menjaga anak-anaknya, membersihkan celana, menyusui, memberi makan, dan mengajarkan anak-anaknya. bahkan mama ga pernah memakaikan yang namanya "POPOK" kepada anak-anaknya.
aku ingin seperti mama, merasakan dengan tangan sendiri menyentuh badan anak, dan membelai kepalanya. bahkan sampai sekarang  belahan rambut yang selalu dibelai papa menjadi belahan rambut saya. saking berbekasnya saya ga bisa mengganti belahan rambut ini.
saya ingin melihat setiap detail perkembangan anak saya nanti, absurd banget kalau saya membahas ini sekarang, karena kata orang jalan saya masih panjang...
tapi ya gimana..... -_-

Kenapa saya berani mengatakan bahwa dengan dipekerjakannya baby sitter, kemungkinan anak akan lebih mencintai baby sitternya daripada ibunya??
karena saya mengamati orang-orang terdekat saya yang mempekerjakan baby sitter.
Suatu hari saya menggendong anak saudara saya yang masih berumur 2 tahun, saat itu lewatlah mamanya. anaknya masang tampang biasa aja.
Setelah itu... lewat baby sitternya, tiba-tiba anaknya nangis dengan pasang adegan ingin dipeluk si baby sitter.
owwhhh..... saya berpikir anaknya lebih membutuhkan si baby sitter daripada ibunya, karena yang setiap hari menjaganya adalah sang baby sitter.

Bagi saya, perhatian, perlindungan, belaian, dsb adalah bentuk kasih sayang dari orang tua yang dirasakan oleh anaknya.
karena menurut yang saya pelajari, anak atau bayi itu belum mengetahui rasa kasih sayang atau cinta, yang dia tau adalah cintanya dia adalah perhatian dan penjagaan dari orang disekitarnya.
jadiii.... cintailah dia dengan menjaga, memperhatikan, dan merawat dia dengan sepenuhnya, supaya dia mencintaimu dengan sempurna. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar